7 days of unlimited video, AE, and Premiere Pro templates - for free! Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Photo & Video
  2. HDR

Apa Itu HDR? Cara Membuat Foto High Dynamic Range

Read Time: 6 mins
This post is part of a series called HDR Photography.
HDR: Love it or Leave It?

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

Mata manusia memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dalam membedakan tones (komposisi warna) dari pada kebanyakan kamera. Mata kita sangat fleksibel, mereka mampu menyesuaikan diri untuk melihat bayangan dan menyoroti detail dalam scene (adegan) yang sama. Tapi kamera tidak sefleksibel itu. Pada hari yang cerah, anda bisa melihat ke luar jendela dan masih bisa melihat bagian dalam ruangan tempat anda duduk. Jika anda mencoba membuat sebuah gambar yang sesuai dengan apa yang anda lihat, anda akan punya dua pilihan, antara menjadikan bagian yang terang yaitu langit menjadi terlihat putih (overexposure) atau menghancurkan detail di dalam ruangan menjadi terhilat hitam (underexposure)

Dynamic range adalah ukuran kemampuan sensor fotografi untuk merekam berbagai tones atau komposisi warna, dari hitam ke putih. Kamera dengan kemampuan merekam detail dengan perbedaan yang lebih besar antara maksimal hitam dan putih - Dmin dan Dmax - memiliki dynamic range yang lebih tinggi. Dan kamera digital terus berkembang dengan kemampuan dynamic range dan ketepatannya. Meski begitu, setiap kamera dibatasi oleh kualitas sensornya.

High Dynamic Range

High Dynamic Range atau HDR photography adalah salah satu jenis komputasi fotografi yang paling populer yang dirancang untuk mengatasi batasan dynamic range dari kamera digital. Anda menggabungkan beberapa gambar dari scene yang sama, masing-masing memiliki tingkat exposure yang sedikit berbeda, untuk memperluas dynamic range dari kamera tersebut. Contohnya, untuk mengambil detail gambar dari area yang terang menggunakan satu tingkatan exposure dan untuk area yang gelap diambil dengan tingkatan exposure yang berbeda.

HDR imageHDR imageHDR image
Gambar HDR yang saya ambil saat blue hour

Membuat gambar HDR adalah proses dua langkah. Pertama anda harus mengambil beberapa exposure dan kemudian anda perlu memadukannya bersama-sama menggunakan perangkat lunak komputer seperti Adobe Photoshop, Adobe Photoshop Lightroom atau Photomatix.

Fotografi HDR bisa jadi kontroversial. Jika dilakukan dengan buruk, gambar yang dihasilkan bisa terlihat sangat tidak wajar sehingga beberapa fotografer menolak semua proses ini. Meskipun demikian, fotografi HDR bukanlah suatu hal yang buruk. Jika anda melakukannya dengan hati-hati dan penuh pertimbangan, anda dapat membuat gambar menakjubkan dari suatu scene yang tidak mungkin ditangkap tanpa teknik HDR ini.

Andrew Childress dan Ben Lucas sama-sama telah mengeksplorasi kontroversi seputar ide fotografi HDR secara lebih rinci. Jika menurut anda HDR tidak bisa dilakukan dengan baik, lihatlah tutorial mereka.

Pre-Visualising Scene

Ada waktu dan tempat untuk melakukan fotografi HDR. Ini adalah teknik hebat jika anda memotret gambar landscape dalam kondisi pencahayaan yang dinamis namun jika anda mencoba membuat gambar portrait di studio maka itu tidak terlalu berguna. Salah satu skill yang paling penting untuk dikembangkan untuk fotografi HDR adalah mengenali kapan dibutuhkan dan kapan tidak.

Untuk melakukan ini, anda harus bisa menilai tonal range dari scene yang ingin anda potret. Anda perlu mempertimbangkan seberapa gelap bayangnya, seberapa terang highlight atau sisi yang terangnya, bagian mana yang ingin anda munculkan di gambar akhir dan apakah kamera anda akan mampu menangkapnya sesuai keinginan anda. Jika tidak, mungkin sudah saatnya menggunakan HDR.

Diana Eftaiha telah melakukan analisis tonal range dari sebuah scene dan bagaimana memvisualisasikan gambar yang akan dihasilkan. Tutorialnya adalah bacaan penting bagi siapa saja yang ingin mempelajari fotografi HDR.

Cara Menangkap Gambar HDR

Menangkap gambar HDR secara teori sangat sederhana. Anda mengambil beberapa foto dari scene yang sama persis dan mengubah exposure masing-masingnya.

Gambar HDR yang paling dasar biasanya menggabungkan tiga foto yang masing-masing memiliki perbedaan satu stop; satu foto mengekspos bagian yang gelap (mengacaukan bagian terang), di foto yang lain anda mengekspos bagian yang terang (mengacaukan bagian yang gelap), dan yang ketiga anda mengekspos bagian midtones atau area pertengahan. Jika tiga foto dirasa kurang untuk mendapatkan dynamic range dari scene anda, anda dapat menggunakan lima, tujuh, atau bahkan lebih.

three exposuresthree exposuresthree exposures
Tiga eksposur dari scene yang sama, masing-masing dengan nilai stop yang berbeda.

Umumnya dengan gambar HDR, aperture dan ISO tetap konstan sedangkan shutter speed digunakan untuk mengendalikan exposure pada frame. Ada kemungkinan untuk memotret gambar HDR dengan kamera di genggaman anda namun tripod memudahkan tampilan scene tetap sama antara framenya dan berarti anda dapat menggunakan shutter speed yang lebih lambat.

Meskipun anda sendiri dapat menghitung perubahan nilai exposure, jauh lebih mudah menyerahkannya ke kamera anda menggunakan sebuah intervalometer eksternal, atau bahkan smartphone anda bisa melakukannya untuk anda. Itu berarti anda tidak perlu menyentuh kamera anda saat mengambil gambar yang mencegah gerakan kabur dan membuat gambar anda tetap tajam.

Di Envato Tuts + kami telah membahas banyak aspek teknis untuk menangkap gambar HDR. Peter Tellone telah memberikan gambaran menyeluruh tentang proses tersebut, David Appleyard telah menunjukkannya dengan exposure bracketing, dan saya telah membicarakan tentang mengendalikan kamera anda dengan smartphone untuk membuat gambar HDR.

Memproses Gambar HDR

Beberapa kamera secara otomatis dapat menggabungkan sejumlah frame menjadi gambar HDR; sayangnya anda tidak mendapatkan banyak kontrol dalam prosesnya. Sebaiknya luangkan waktu untuk menggabungkan beberapa foto dengan menggunakan Photoshop, Lightroom, atau aplikasi khusus seperti Photomatix atau HDR Effex Pro.

Proses yang tepat untuk menggabungkan berbagai gambar bergantung pada program apa yang anda gunakan, walaupun sebagian besar cukup mudah. Software yang anda gunakan akan bisa menangkap area dengan detail paling banyak dari frame dan menggabungkannya menjadi gambar komposit. Anda bisa mengendalikan seberapa nyata atau realistis hasil akhir gambar tersebut seperti apa yang anda inginkan. Setelah anda menggabungkan gambar yang berbeda menjadi satu gambar, anda dapat mengeditnya seperti foto lainnya.

Kami telah membahas pembuatan gambar HDR dalam beberapa aplikasi yang berbeda. Martin Perhiniak memperlihatkannya menggunakan Photoshop beberapa tahun yang lalu, sementara Andrew Childress dengan Lightroom awal tahun lalu. Simon Plant membahasnya dengan lebih detail dengan dua pembahasannya menggunakan Photomatix.

Terserah Software apa yang ingin anda gunakan. Walau pun aplikasinya berbeda semua mampu menggabungkan beberapa gambar dan menghasilkan gambar HDR yang mengagumkan.

Berbagai Jenis Gambar HDR

Fotografi HDR telah berkembang, beberapa telah tumbuh sangat populer. Khususnya, long exposure HDR photography, HDR time-lapses dan monochrome HDR photography. Gaya HDR ini menggabungkan teknik dynamic range dengan area fotografi lainnya.

Dengan teknik HDR dan benggabungkannya dengan disiplin ilmu fotografi lainnya, sangat mungkin untuk menghasilkan sesuatu yang sangat menarik. Di Envato Tuts +, saya telah melihat bagaimana cara mengambil gambar long exposure HDR dan Stefan Surmabojov telah menyatukannya dengan pembuatan HDR time-lapse.

Kesimpulan dan Rekap

Fotografi HDR adalah cara terbaik untuk menangkap scene atau adegan dengan pencahayaan yang dinamis yang seharusnya tidak dapat anda foto. Gambar HDR yang buruk akan sangat terlihat jelas dan itu bisa memberikan citra buruk bagi keseluruhan ilmu fotografi.

Gambar HDR adalah gabungan beberapa frame dari scene yang sama, masing-masing dengan exposure yang sedikit berbeda. Untuk menangkap gambar yang dibutuhkan biasanya dilakukan dengan mengubah shutter speed di antara setiap shot. Beberapa gambar bisa digabungkan untuk membuat foto akhir tapi tiga adalah yang paling umum. Baik Photoshop maupun Lightroom bisa menangani penggabungannya meski ada juga aplikasi khusus seperti Photomatix.

Fotografi HDR tidak hanya terbatas pada landscape: anda bisa menggabungkan teknik ini dengan hampir semua bentuk fotografi lainnya! HDR time-lapse bisa sangat menakjubkan.

Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Photo & Video tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.